ia,yang sedang menyandar pada dinding rumah hujan..
merasakan sisa beku pada rembesan tembok yang berpori..
ia masih menanti sunyi...
agar bisa didengarnya lagi,nyanyian hujan yang merdu ..
kemudian ia seka buram, pada jendela kaca..
agar bisa dilihatnya tarian hujan yang gemulai ..
lalu gerimispun luruh sepanjang jam malam..
hingga rambutnya yang panjang lepas dan meriap,
kesebagian wajahnya yang ternyata sdh ada kubangan gerimis
atau bahkan hujan di sana.....